Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

Informasi Jadwal Training / Seminar / Pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan yang akan di selenggarakan oleh Semangatindo Training & Consulting, untuk mendapatkan informasi training lengkap serta mendaftarkan diri anda mengikuti training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan yang akan kami selenggarakan, anda dapat menghubungi Tim Marketing via telepon atau sms di nomor 081226562746 – 087838196280 (WA), atau  mengirim surel di email kami trainingsemangatindo@gmail.commarketing@semangatindo.com , anda dapat pula mengisi form request training / formulir pra registrasi yang tersedia pada situs kami.

Penyelenggaraan Pelatihan / Training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan kami agendakan setiap bulan ( Januari / Februari / Maret / April / Mei / Juni / Juli / Agustus / September / Oktober / November / Desember ) dimana waktu pelaksanaan training dapat pula disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda.

Kami menyelenggarakan Public Training ataupun in House Training tentang Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan  di berbagai kota besar di Indonesia yaitu Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bali, Surabaya, Medan, Palembang, Riau, Padang, Lombok, Kupang, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Malang, Batam, Semarang, serta kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Mengelola media kehumasan dan mengelola koran umum, selain memilikiperbedaan prinsip, ada pulapersamaan prinsipnya. Jika media kehumasan diabdikan untuk membangun “kesalingpahaman” antara perusahaan dan stakeholdersnya (karyawan, pelanggan, mitra pemasok, dan stakeholders lainnya seperti dinas-dinas terkait, mitra aliansi hingga masyarakat luas) maka media massa umum berfungsi sebagai kontrol sosial. Pembangun “kesalingpahaman” Vs Kontrol Sosial.

Karena fungsi kontrol sosial ini maka kritik terbuka dalam media massa menjadi jamak dan daya tarikinti. Maka muncul pomeo Bad News(perselingkuhan, korupsi, perkosaan, penipuan) adalah is Good News. Itulah sebabnya di media umum orang bersikap kritik ya kritik bahkan hingga tahap “menelanjangi” sekalipun sering dilakukan.

Sebaliknya, di media kehumasan cara mengkritik harus “dikelola” sedemikian rupa, harus menghindari efek konfrontasi (frontal/berhadap-hadapanan) diantara para terlibat. Konflik bos dan karyawan, misalnya harus dikelola sedemikian rupa tanpa berdampak/membuat para pihak merasa terancam martabatnya. Nilai konflik harus dikelola sedemikian rupa hingga yang tersisa tinggal substansi masalahnya saja dan yang terpentingpenyelesaiannya.Dalam pome Jawa Kecekel lelenya ora buthek banyune.Menjaring ikan lele di kolam yang berlumpur, tanpa membuat keruh airnya.

Persamaan prinsipilnya, baik media kehumasan atau majalah/koran umum, harus sama-samamembangun integritas anggota redaksinya, sesuai kode etik, dan kebutuhan kompetensi serta Skala Prioritaspersoalan yang dihadapi perusahaan.

Alur penjelasan ini membawa konsekuensi bahwa para pengelola majalah internal perusahaan haruslah diposisikan sesuai dengan posisi dan tugas strategisnya. Jika Redaksi Majalah Internal di bawah tanggungjawab petugas PR, maka PR harus diletakan di dalam lingkaran para pemutus kebijakan. Bank Indonesia (BI) barangkali adalah satu-satunya organisasi yang meletakkan posisi PR diantara para Dewan Gubernur. Di banyak tempat, pada umumnya posisi itu masih harus direbut dengan perjuangan berdarah-darah. Dalam kaitan ini, para PR dapat menjadikan media internalnya untuk merebut posisi strategis PR sebagaimana terjadi di Bank Indonesia. Isu-isu yang tepat, memiliki sifat strategis dan mendesak yang dibuat PR lewat rubrik-rubriknya, dapat meningkatkan trust perusahaan kepada PR. Tapi baik di bawah kendali PR atau bukan, REDAKSI PENGELOLA majalah perusahaan harus bisa menjadikan majalah yang dikelolanya sebagai OPINIAN LEADER bagi kemajuan perusahaan. Untuk kedua tujuan inilah workshop ini diselenggarakan.

Tujuan Workshop

  1. Memberikan ketrampilan yang terukur pada peserta dalam mengelola “Media Internal” sesuai dengan fungsinya sebagai “media kehumasan” sesuai dengan Skala Prioritas permasalahan dan target-target perusahaan.
  2. Memberikan ketrampilan melakukan fact finding sebagaimana disebut pada point 1 di atas secara profesional
  3. Memberikan ketrampilan untuk memanfaatkan hasil fact finding sebagaimana disebut dalam point 2, untuk menyusun kluster rubrikasinya dan boks2nya
  4. Merangsang kreatifitas peserta dalam menggunakan hasil point 1,2 dan 3 untuk menyusun kegiatan pelatihan, out bound, lomba-lomba tematik yang mengarah pada penguatan awareness dan membangun trust dg segenap karyawan kepada majalah internal yang dikelolanya
  5. Memberi ketrampilan untuk mengelola faksi-faksi dalam perusahaan, baik yang nagaholic (suka menolak/resisten terhadap program perusahaan) maupun faksi yang pro aktif, untuk ditampilkan dalam majalah internal yang dikelolanya, dengan tujuan untuk mancairkan konflik yang ada.
  6. Memberi ketrampilan dalam menggali dan membuat berita yang memiliki sugesti kuat bagi proses konsolidasi segenap manager dan karyawan
  7. Memberi ketrampilan teknis dalam menyusun isu-isu terkonteks, dan dalam membuat formula LEAD BERITA media kehumasan yang menarik, menyugesti, benchmarking dan mengispiring bagi peserta

 

Manfaat Workshop bagi Peserta

Dalam tradisi majalah internal umumnya, majalah perusahaan sering masih dijadikan sebagai alat atau corong manajemen. Hal ini justru memfiksasi (membekukan) hubungan manajemen dan karyawan yang bernuansa buruh-majikan. Padahal saat ini eranya adalah era Knowledge Society, era Masyarakat Ilmu Pengatahuan yang telah mengubah secara drastis hubungan Buruh-Majikan menjadi hubungankesetaraan.Perusahaan menghadapi para “karyawan berkeahlian” yang otonom dan mudah berpindah ke tempat lain dengan bebas. Jika mereka pergi, maka ilmu yang tersimpan di kepalanya (tacit knowledge) ikut pula pergi bersamanya, termasuk rahasia perusahaan.

Melalui workshop ini, peserta akan mendapatkan ketrampilan:

  1. Mengelola rubrik yang berdampak membangun harmoni dan terbentuknya kesalingpahaman antara manajemen dengan staf/karyawan, terutama yang berkeahlian.
  2. Menghandle perilaku para CEO dan manajemen dengan cara elegan yang menjaga martabat tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan
  3. Mengelola majalah internal dengan hasil yang terukur dan berkelanjutan
  4. Mampu menjadikan majalah internal yang dikelolanya menjadi pusat Informasi & Empowering bagi seluruh civitas perusahaan.
  5. Mampu menjadikan Team Redaksi sebagai Agent of Change (agen perubahan) sesuai dengan konteks keberadaan perusahaannya.
  6. Mampu menjadikan majalahnya sebagai “Jendela Dunia” bagi seluruh lini perusahaan
  7. Mampu menjadikan majalah internalnya sebagai penjaga tensi Organisasi Belajar Berbasis Pengetahuan

 

Workshop ini Penting Diikuti Oleh:

  1. Manajer Senior, HRD,
  2. R&D/Litbang, bagian Disain/Produksi, Kendali Mutu
  3. Public Relations perusahaan
  4. Para Pengelola Majalah Internal Perusahaan (Redaksi & Reporter)

 

Apabila Training/Pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Sesuai Dengan Kebutuhan Perusahaan anda, Silahkan Menghubungi Tim Marketing Kami Untuk Mendapatkan Surat Penawaran, Silabus Training, CV Instruktur dengan mengisi Form Request Training / Formulir Pra Registrasi Via Online  atau melalui Telp, Email, SMS, WA, BBM

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Salam Hangat

TIM MARKETING

Apabila judul yang anda cari tidak terdapat pada list jadwal training  maka anda dapat merequest judul pelatihan yang perusahaan anda butuhkan dengan menghubungi tim marketing kami.

Form Request Training
  1. Isi Data Berikut ( Tidak Mengikat )
  2. (required)
  3. (valid email required)
  4. (required)
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (required)
  9. (required)